SEKumpulan ARtikel SENDiri

Anak Kecil Jaman Sekarang Sudah Belajar Tawuran

3 May 2014 - 12:05 WIB

Malam hari , sore hari bahkan pagi hari , anak yang belum cukup umur sudah membawa senjata tajam ,saya kira mainan,eh ternyata beneran, anak anak tersebut belajar tawuran, yah walaupun itu bohongan , nanti mau jadi apa besar nanti, kalau kita terluka dan koma mau minta bantuan sama siapa?, masih mending terluka kalau sudah kehilangan nyawa ,orang tua kita juga yang repot , kaga cukup beras 1 atau 2 litter untuk berobat.

Suara berisik anak kecil seperti merusak kantin ibu terdengan dari rumah, saya pun mencoba menengok dan ternyata sekumpulan anak kecil , sepertinya merusak kantin ibu saya , seolah olah kantin di jadikan alat music, sabar untuk marah , saya gentak segerombolan anak tersebut, ternyata dalam genggamannya senjata tajam, segerobolan anak tersebut lari , saya di kiraen polisi , sungguh aneh.

Datang untuk kedua kalinya , saya lihat anak anak tersebut belajar tawur tawuran pas di depan sekolah,karena rumah saya berdekatan dengan sekolah dasar saya lihat fasilitas sekolah dasar di rusak mulai dari tong sampah dan lainya, saya gentak dan marah, ternyata nurut juga, anak anak tersebut beresin lagi fasilitas sekolah, saya mulai meng introgasi walaupun gaya bicara saya agak grak grek..

Cerita Saya Sekolah

Sebenarnya ketika saya sekolah dulu juga sering tawuran walaupun saya tidak pernah ikut ,tapi kaga pernah kecil kecil belajar tawuran, bahkan saya sering di hadang oleh sekolah lain yang di anggap musuh,pergi kemana-mana memakai seragam sekolah tidak bebas, namun apa lah gunannya dan sebenarnya ingin merebutkan apa? Saya juga heran, apa lagi yang namanya sparing atau satu lawan satu, kalaupun sekolah kita menang , kita Cuma mendapatkan baju sekolah lain dan hanya untuk di injak injak .

Pernah kejadian adik kelas kalah dalam separing , dia di rumah sakit koma cukup lama, kalau sudah kaya gitu mau minta bantuan sama siapa? Guru sekolah pun sudah tidak sanggup dan memperingatinya berkali2 ,Seorang Kawan hanya bisa melihat tidak merasakan, ketika kejadian itu sekolah saya di perketat, video yang tersebar di youtube terblokir semua.

Artikel Lainya


TAGS   Personal /