SEKumpulan ARtikel SENDiri

#IngatLingkungan Mengajak Murid Sekolah Dasar

19 Mar 2014 - 15:09 WIB

Tempat sampah utama

Tempat sampah utama

Cerita saya seorang anak dari pedagang kantin sekolah dasar mengajak guru dan para siswa siswinya untuk peduli terhadap lingkungan sekitar terutama pada lingkungan sekolah yang menjadi tempat belajar siswa setiap harinya, ingat lingkungan bareng murid siswa sekolah dasar sudah menjadi agenda kegiatan rutin pada hari sabtu, namun pada hari jumat kemarin para siswa dan siswi murid sekolah dasar di ajak untuk peduli lingkungan bersama.

Tempat sampah sekolah bagian belakang , dimana tempat sampah bagian belakang menjadi pembuangan sampah utama setiap harinya , namun menjadi tujuan terahir untuk di bersihkan para murid sekolah dasar , semua guru sekolah ikut serta turun tangan untuk membersihkan lingkungan sekolah.

Bukan hanya murid dan guru sekolah yang ikut serta membersihkan lingkungan, namun di kalangan pedagang yang berada tepat di sekolah dasar tempat ibu saya jualan , bukan hanya sekedar jualan namun ikut ber perpartisipasi menyumbangkan tenaganya,gotong royong bersama membersihkan lingkungan sekolah, bahkan menyumbangkan peralatan yang di butuhkan untuk membersihkan lingkungan.

Sampah organik dan sampah anorganik di buang menjadi satu, dikarenakan belum adanya penada sampah, pemerintah kabupaten subang pun hanya bilang janji dan janji namun belum juga di tepati, hanya ada sebagian desa yang sudah di tepati pemerintah subang, dengan prestasinya sekolah dasar tempat ibu saya jualan, dimana di janjikan akan di pasangkan tempat sampah organik dan anorganik di setiap jalur umum dan perumahan di desa tepat berdirinya sekolah dasar itu.

Sekolah dasar dimana tempat ibu saya jualan memberikan peraturan unik kepada siswa dan pedagang maupun guru, kepada seluruh siswa siswi dan pedagang yang membuang sampah sembarangan akan di kenakan denda 500 rupiah , dengan adanya pengawasan dari penjaga sekolah, kotak tempat uang pun terpasang di sebuah pohon dengan terpampangnya tulidan denda 500 rupiah.

Pendidikan Lingkungan Hidup

Ingat lingkungan sangatlah di tuntut, untuk menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan sekitar kita, dinas pendidikan yang saya tahu di kabupaten subang sudah menerapkan pelajaran tentang lingkungan hidup, di tiap-tiap sekolah yang sudah berjalan berapa tahun terahir ini di sekolah dasar, SMP, SMA dan SMK, MA , dengan adanya pengajaran dan pelajaran tentang pendidikan lingkungan hidup kini akan menambah daftar betapa pentingnya lingkungan di kehidupan kita.

PLH adalah singkatan dari Pendidikan Lingkungan Hidup, buku buku pendidikan PLH pun sudah menyebar meluas di wilayah jawa barat bahkan seluruh Indonesia dan di setiap daerah pada saat ini mungkin sudah menerapkannya tentang pendidikan lingkungan hidup, pendidikan lingkungan hidup ini masih menjadi mata pelajaran Mulok (Muatan lokal) pada raport siswa siswi sekolah.

Keprihatinan Lingkungan

prihatin

Perjalanan demi perjalanan sejauh mata memandang , Pinggiran sungai adalah tempat yang sering di penuhi oleh tumpukan sampah , seharusnya kita warga dan blogger harus menjaga supaya sungai tidak lah menjadi tempat pembuangan dari sampah ,terutama bantalan sungai yang menyebabkan terjadinya banjir bandang. Saya turut perihatin ketika melihat mobil yang terpelosok di pinggiran sungai dengan sampah yang menumpuk tidak enak di pandang oleh mata.


TAGS   #IngatLingkungan / Kesehatan /